LESSON 1
A PREVIEW OF
HEBREW
(Sekilas
tentang buku Ibrani)
Ayat Inti
Pada salam di bagian terakhir buku Roma terdapat 2 buah
petunjuk sehubungan dengan latar belakang Sebab itu marilah kita dengan penuh
keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan
menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya. Ibrani
4:16
WHAT
HEBREW SAYS ABOUT ITSELF
(APA
YANG DIKATAKAN DALAM BUKU IBRANI)
Buku Ibrani bukan seperti surat-surat lainnya dalam
perjanjian baru, buku ini sangat sedikit menceritakan tentang dirinya. Jika
engkau membaca buku Roma, engkau dengan jelas dan mudah menemukan bahwa
penulisnya adalah Paulus, surat itu ditulis untuk gereja di Roma yang beribadah
di rumah-rumah, dan ditulis saat Paulus berada di Korintus, Tertius menulis
surat yang didikte oleh Paulus, dan informasi detail lainnya secara jelas.
Buku Ibrani hamper saja tidak memberikan informasi apa-apa
tentang semuanya itu. Tidak ada ucapan salam di awal buku, penulisnya siapa,
dan kepada siapa tujuan buku itu ditulis. Ini artinya kita perlu menyelidiki
lebih cermat buku itu, agar kita dapat mengenali latar belakang sejarah buku
itu ditulis.
Mungkin engkau suka dengan pekerjaan seorang detektif???
Mari kita coba menyelidiki buku Ibrani dengan bermain bagaikan seorang
detektif!
sejarah buku ini.
Ibrani 13:23-24
1.
2.
DUA
PETUNJUK INI SEDIKIT MENOLONG
Petunjuk pertama membuat kita dapat memperkirakan waktu
dimana buku Ibrani ini ditulis. Jika Timotius sedang melayani, berarti buku itu
ditulis pada abad pertama, dimana Timotius hidup. Timotius mulai bekerja dengan
Paulus ketika ia masih mudah dan Paulus memulai perjalanan missionarinya yang
kedua (kisah 16). Ini terjadi sekitar tahun 50 AD. Timotius kemungkinan hidup
selama akhir abad pertama itu.
Kita mengenal bapa gereja Clement dari Roma, ia menulis
suratnya ke korintus pada tahun 96 AD dan mengutip dari buku Ibrani. Oleh
karena itu, buku ini ditulis diantara tahun 60-an (Ketika Timotius dipenjarakan)
hingga 90-an di abad pertama.
Para scholar berbeda pendapat tentang isi buku ini, apakah
berbicara tentang waktu sebelum atau sesudah kaabah Yahudi di Yerusalem
dihancurkan pada tahun 70AD. Tidak jelas apakah buku ini berbicara tentang
kaabah di abad pertama, namun nampaknya buku ini berbicara tentang tabernacle/kaabah
di padang gurun ketika orang Israel meninggalkan Mesir. Yang pasti, jika Paulus
adalah penulis buku ini, maka buku Ibrani ini seharusnya sudah ditulis sebelum
kematiannya di pertengahan tahun 60-an.
Petunjuk kedua sedikit mengatakan tentang tempat, tapi tak
seorangpun yakin dengan itu! Penulis mengirimkan salam dari “orang-orang
Italia.”
Ini memiliki dua pengertian. Boleh jadi penulis sementara
berada di Italia dan menuliskan salam dari mereka untuk orang-orang di tempat
tujuan surat tersebut, dan jika ini benar berarti buku Ibrani ditulis di
Italia.
Atau boleh jadi penulis berada di suatu tempat dengan
orang-orang italia yang bersama-sama dengan dia, dan ketika penulis membuat
suratnya ke Italia, ia menyertakan salam dari orang-orang yang bersamanya itu.
Jadi kita dapat mengatakan bahwa buku Ibrani di tulis untuk orang-orang Italia
atau ditulis dari Italia.
Pandangan tradisional mengatakan bahwa buku Ibrani ditulis
untuk orang-orang Kristen Yahudi di Palestina, namun tidak ada peristiwa yang
membuktikannya.
THE
ORIGINAL READERS OF HEBREWS
(PARA
PEMBACA PERTAMA BUKU IBRANI)
Hanya sedikit yang dapat kita temukan tentang penerima buku
Ibrani yang pertama itu. Tentunya mereka sudah memiliki pemahaman yang cukup
tentang Perjanjian Lama dan sistem upacara korban orang Yahudi. Hal ini membuat
orang berasumsi bahwa penerima surat itu mungkin adalah orang Kristen Yahudi,
tapi belum tentu itu benar!
Perjanjian Lama adalah satu-satunya “kitab suci” yang
dimiliki orang Kristen mula-mula (Perjanjian Baru masih dalam proses dan belum
disatukan sebagai kitab suci), jadi bahkan orang kafir yang masuk Kristen telah
diajarkan tentang Perjanjian Lama, dan mereka memahaminya dengan baik.
Sekalipun jika penerima surat ini adalah orang Kristen Yahudi, ini tidak
membuktikan bahwa buku Ibrani ditulis kepada orang-orang di Palestina, karena
selama abad pertama, tiga perempat orang Yahudi tinggal di luar Palestina di
zaman Greco-Roma.
Kita menemukan bahwa para penerima buku Ibrani telah
menerima Kristus dan menderita penganiayaan (10:32-35) tapi tidak sampai mati
(12:3,4), meskipun begitu, mereka dalam bahaya kehilangan semangat mula-mula
yang mereka miliki dalam Kristus (2:1), lamban (5:11), bahkan dalam hal rohani
mereka lemah dan goyah (12:12,13), dan berapa diantara mereka telah
meninggalkan peribadatan di gereja setiap pecan (10:25). Mereka perlu
disegarkan dan itulah yang buku Ibrani ingin lakukan.
WHO
WROTE HEBREWS?
(SIAPA
YANG MENULIS BUKU IBRANI?)
Mengenai penulis buku Ibrani, buku itu sendiri tidak
memberikan petunjuk apa-apa. Di zaman gereja mula-mula ada banyak spekulasi.
Asumsi umumnya mengatakan bahwa Paulus penulisnya. Namun setelah Perjanjian
Baru disatukan, surat-surat Paulus nampaknya disusun menurut ukuran dari surat
yang terpanjang, Roma, hingga yang terpendek, Filemon, yang terakhir. Buku
Ibrani diletakkan di akhir, mungkin karena ketidakjelasan siapa penulisnya.
Dalam gaya penulisan, bahasa Grika yang digunakan dalam buku Ibrani sangatlah
berbedah dengan yang Paulus gunakan dalam surat-surat lainnya. Buku Ibrani
ditulis dalam tingkatan bahasa Grika yang lebih tinggi menyebabkan buku itu
cukup sulit dibaca. Origen, salah satu bapa Gereja mula-mula yang hidup di awal
abad ketiga, menyimpulkan bahwa hanya Allah yang tahu siapa penulis buku
Ibrani.
Beberapa kali Ellen White memperkenalkan kutipan dari buku
Ibrani dan mengatakan bahwa penulisnya adalah Paulus, namun beberapa kali juga
ia hanya merujuk pada “rasul” itu. Beberapa theologian Advent tidak setuju
untuk menjadikan referensi tulisan-tulisan Ellen G. White itu sebagai bukti
siapa penulis buku tersebut.
Akhirnya, mengenal identitas penulis bukanlah masalah yang
utamanya. Apa yang kita ketahui pasti yaitu penulis buku Ibrani adalah rasul
yang diinspirasikan Allah, yang memilih untuk tidak menyatakan identitasnya
dalam buku itu. Pesan dari dalam buku itulah yang terpenting.
WHAT
DOES HEBREWS HAVE TO SAY?
APA
YANG DIKATAKAN OLEH BUKU IBRANI?
Tentunya kita akan memahami pekabaran dalam buku ini jika
kita mempelajarinya, namun sebelumnya mari kita lihat 3 tema utama yang akan
terus-menerus diangkat selama pembelajaran kita.
1. Buku
Ibrani mengangkat Yesus sebagai satu oknum yang lebih dari malaikat, bapa-bapa,
ataupun imam. Buku Ibrani mengidentifikasi yesus sebagai Imam Besar Agung yang
menyelamatkan kita. Tidak ada seorangpun yang seperti Dia dan tidak ada jalan
lain dimana kita boleh beroleh keselamatan. Buku Ibrani menjelaskan banyak hal
detail tentang kaabah dan berbagai upacaranya. Semuanya itu untuk satu tujuan,
yaitu untuk menunjukkan kepada kita bahwa yesus adalah Imam Besar yang
sesungguhnya di kaabah surgawi. Melalui pengorbanannya yang sekali dan untuk
selamanya di salib itu dan melalui pekerjaan keimamatannya, dia menggenapkan
apa yang upacara korban dunia atau kaabah dunia tidak dapat lakukan-yaitu
keselamatan kita.
2. Tema
utama mengenai keberanian, keyakinan, dan jaminan yang dapat kita miliki oleh
karena Yesus adalah Juruselamat dan imam Besar kita. Buku Ibrani adalah sebuah
buku kabar baik yang penuh keyakinan. Berulang-ulang kali buku itu berbicara
tentang keberanian yang orang Kristen dapat miliki dalam kristus
(4:16;10:19,22). Penulis buku ini tidak ingin orang Kristen menjadi bingung dan
mengkhawatirkan apakah dia cukup baik untuk diselamatkan atau tidak. Sebab
faktor yang menentukan keselamatan kita bukanlah kebaikan kita, melainkan
pekerjaan penyelamatan kristus yang cukup untuk kita.
3. Tema
yang ketiga, mengakui bahwa kita juga bertanggungjawab. Kita harus terus
menjaga mata kita tetap tertuju kepada Yesus dan pekerjaan penyelamatanNYA.
Orang-orang pertama yang membaca pekabaran ini berada dalam bahaya kehilangan
komitmen mereka kepada Kristus. Itulah sebabnya tema yang ketiga yang diajarkan
dalam buku ini adalah satu teguran dan peringatan. Penulis buku ini memberikan
nasihat kepada pembacanya. Mereka harus tetap kuat dan tidak lemah atau
kehilangan hati/kepercayaan (12:3,4).
Jadi pekabaran dalam buku ini dapat
diringkas sebagai berikut: Yesus adalah Imam Besar Agung yang telah dinyatakan
dengan jelas kepada kita dan oleh karena kematianNYA di salib dan pelayananNYA
di kaabah surgawi telah menyelamatkan kita. Itulah mengapa sebabnya kita dapat
memiliki jaminan dan keyakinan. Kita tidak perlu ragu! Namun kita harus
bertekun dan tetap setia dalam komitmen kita pada Kristus, karena itu, adalah
berbahaya jika kita tertidur dan hilang kepercayaan kita kepadaNYA. Penulis
buku Ibrani tahu adalah satu halyang sulit untuk menolong seseorang memiliki
keyakinan dan keberanian. Ia tahu bahwa memiliki keberanian tidak semudah
memberikan nasihat. Oleh karena itu, ia terlebih dahulu memberikan satu-satunya
dasar untuk keberanian kita pada tingkat kesadaran kerohanian kita yang paling
dalam. Kita begitu lemah untuk memiliki keberanian yang layak. Tapi kita
memiliki juruselamat dan Imam Besar yang duduk diatas tahta alam semesta, yang
sementara melakukan pekerjaanNYA untuk kepentingan kita sekarang inilah yang
mendasari keberanian itu, bukan karena diri kita melainkan karena Yesus, apa
yang telah Dia lakukan untuk kita, dan apa yang sedang terus ia lakukan untuk
kita hingga sekarang ini.
WHAT IS THE STRUCTURE OF THIS BOOK?
(Bagaimana susunan Buku ini?)
Sangatlah menarik jika engkau memperhatikan
bagaimana buku ibrani disusun untuk menyampaikan pekabaran ini.Penulis percaya bahwa
teologi yang tepat dan nasihat praktis berjalan bersama. Oleh karena itu
penulis menyampaikannya berselang-seling dalam kebanyakan surat-surat Paulus ,
ia memulainya dengan teologi dan kemudian beralih kepada nasihat praktis hingga
akhir suratnya. Namun buku ibrani tidak demikian, buku ibrani berselang-seling
antara teologi dan nasihat praktisnya selalu diawalai dengan kata “therefore”,
sekalipun dalam bahasa asli, grika,bahwa yang digunakan untuk buku ibrani,
penulis sebenarnya menggunakan berbagai istilah.
Peralihan teologi dan nasihat praktis dalam
buku ibrani dapat dipetakan sebagai berikut
|
Theologi
|
Advice
|
|
1:1-14
|
2:1-4
|
|
2:5-3:6
|
3:7-4:13
|
|
4:14,15
|
4:16
|
|
5:1-10
|
5:11-6:20
|
|
7:1-10:18
|
10:19-39
|
|
11:1-40
|
12:1-13:25
|
Sungguh penulis ini meyakini bahwa teologi
seharusnya menjadi dasar nasihat yang praktis.
What kind of book is this?
Buku jenis apa ini?
Hal yang terakhir tentang buku ini, apakah
ini sebuah surat?essay?risalat?atau?buku ini tidak memiliki tanda sebagai sebua
surat ,kecuali di bagian salam akhir (13:22-25)banyak scholar meyakini bahwa
ini adalah sebuah kotbah. Ada petunjuk dalam buku ini dimana pekabarannya
diberikan secara lisan.contohnya dalam 11:32 penulis ingin memberikan lebih
banyak contoh tapi tidak cukup waktu. Munkin saja kotbah ini yang kemudian
dikirimkan ke gereja-gereja lain hingga sampai kepada kita. Buku ini lebih
panjang dari kotbah-kotbah yang kita dengarkan membutukan satujam seperempat
sampai satu jam setengah untuk membaca buku ini. Tapi kita tidak akan
membacanya sekaligus sekarang, seperti yang dilakukan orang-orang yang pertama
kali menerima buku ini.
Buku Ibrani mengangap para pembacanya telah
mengenal banyak materi dari perjanjian lama. Oleh karena itu adalah hal yang
baik jika kita melihat relevansi buku ini dengan perjanjian lama yang akan
dapat menolong kita memahami apa yang buku ibrani sedang bicarakan. Tiga pelajaran
berikutnya akan membahas mengenai dosa , keselamatan ,kaabah,dan imam-imam
dalam perjanjian lama.
Bersambung ke bab 2

Tidak ada komentar:
Posting Komentar