Lesson 5
JESUS-A BETTER NAME
Ibrani 1:5-2:18
(Jesus-Satu Nama Yang Lebih Baik)
Kalimat terakhir yang kita telah pelajari sebelumnya
adalah bahwa Yesus memiliki sebuah nama yang lebih tinggi daripada para
malaikat.pernyataan ini adalah batu loncatan untuk mempelajari hampIr 2 pasal
berikutnya dalam buku Ibrani.dalam bagian ini kita akan mempelajari tentang
Yesus yang di perbandingkan dengan malaikat.
Bagian ini di bagi dalam 3 bagian yang berbeda.pertama,
Ibrani 1:5-14,dengan menggunakan beberapa bagian dari Perjanjian Lama,mendukung
pernyataan Yesus lebih tinggi Superior) dari pada malaikat.kedua Ibrani
2:1-4,beralih dari teologi ke nasihat praktis dan amaran bagi para pembaca
untuk dapat menerima pekabaran Yesus dengan serius dalam terang kebesarannya
yang lebih tinggi dari pada para malaikat.dan bagian terakhir,Ibrani 2:5-18,
menunjukan bahwa walaupun Yesus lebih tinggi daripada para malaikat,di suatu
saat ia telah menjadi lebih rendah daripada para malaikat untuk menjadi
Juruselamat kita.semua yang akan kita pelajari pada bagian ini berpusat pada
Yesus dan apa yang telah di buatnya untuk kita.
Anchor
text
(Ayat inti)
Itulah sebabnya,maka dalam segala hal ia harus di samakan
dengan saudara-saudaranya,supaya ia menjadi imam besar yang menaruh belas kasihan
dan yang setia kepada allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa. .Sebab oleh
karena ia sendiri telah menderita karena percobaan,maka ia dapat menolong
mereka yang dicobai (Ibrani 2:17,18).
Angels everywhere
(Malaikat Dimana-mana)
Sekarang ini, malaikat ada dimana-mana. Di TV,Majalah,
Koran,buku cerita, bahkan dimasukan beberapa orang bahwa mereka pernah melihat
malaikat.
Mengapa malaikat sangatlah popular? Kita hidup dalam
dunia yang serba dimensi ini, manusia membutuhkan sesuatu yang nyata untuk dapat
dilihat untuk menggantikan wujud fisik Allah. Dan malaikat menjadi salah
satuwujud yang diharapkan mengisi kekosongan itu.
Abad pertama juga mengalamihal yang sama dengan zaman
kita ini. Manusia diliputi dengan berbagai spekulasi tentang malaikat itu pun
bermunculan, baik dikalangan orang-orang yahudi maupun orang kafir(gentiles).
Faktanya dapat kita pelajari dalam Kolose 2:18 bahwa di zaman Kristen mula-mula
ada orang yang tergoda untuk menyembah malaikat. Inilah mungkin alasannya
mengapa penulis buku ibrani ingin para pembaca mengerti bahwa Yesus lebih
tinggi dari malaikat. Dalam Ibrani 1:5-2:18 kiata menemukan diskusi tentang
Yesus dengan sehubungan dengan para maliakat. Bagian pertama dari diskusi ini
menunjukkan bahwa Yesus lebih tinggi dari para malaikat.
Jesus
Above the Angels (1:5-14)
(Yesus Lebih Tinggi dari Para Malaikat)
Ayat-ayat ini dimulai dengan sebuah pertanyaan retorikal,
pertanyaan yang sudah ada jawabannya, “kepada siapa diantara malaiktat itu,
Allah pernah berkata…?” dan diikuti dengan beberapa kutipan dari Perjanjian
Lama. Dalam kutipan-kutipan itu Allah memanggil Yesus Kristus sebagai Anak-Nya,
pertanyaan-pertanyaan ini sangatlah bertentangan dengan pertanyaan tentang para
malaikat yang dipanggil untuk melayani Anak dan adalah pelayan Allah. Jawaban
pertanyaan retorikal tersebut menunjukkan bahwa Allah berbicara kepada Anak dalam cara yang tidak pernah Ia lakukan
dengan para malaikat, dan ini membuktikan bahwa Anak lebih tinggi dari para
malaikat. Daftar ini menunjukkan referensi
dari Perjanjian lama untuk setiap kutipan dalam buku Ibrani:
Buku
Ibrani Perjanjian
Lama
1:5a Mazmur
2:7
1:5b II
Samuel 7:14
1:6 Ulangan
23:43
1:7 Mazmur
204:4
1:8-9 Mazmur
45:6-7
1:10 Mazmur
102:25-28
1:13 Mazmur
101:1
Jika ada
beberapa perbedaan dalam isi ayat-ayat kutipan maupun sumber ayat diatas ini
disebabkan oleh karena penulis buku tidak menggunakan versi Perjanjian Lama
terjemahan bahasa Ibrani (Herbrew) melainkan bahasa Grika.
Practical
Advice (2:1-4)
(Nasihat
Praktis)
Dalam lesson
1 kita telah melihat struktur buku Ibrani, ada paling sedikit 6 kali
menggunakan kata “therefore” untuk mengalihkan diskusi teologikal ke nasihat
praktis (2:1, 3-7; 4:16; 5:11; 10:19; dan 12:1). Mari kita mulai dari yang
pertama. Yesus lebih tinggi dari pada malaikat bukan hanya konsep teologi yang
menarik. Ini menuntut tindakan dari pihak kita. Ini berarti kita harus
memperhatikan perkabaran-Nya itu.
Pekabaran
yang diberikan di gunung Sinai kepada umat Allah di Perjanjian Lama datang
melalui malaikat (lihat Kisah 7:53 dan Galatia 3:19), dan perintah itu
sangatlah penting sehingga barang siapa yang melanggar akan dihukum. Betapa
lebih penting lagi pekabaran ini datang bukan melalui malaikat, melainkan
melalui Yesus Kristus yang lebih tinggi dari para malaikat. Dia merujuk
tentunya kepada pekabaran tentang keselamatan yang kita kenal sebagai pekabaran
kristiani. Pekabaran ini telah dikukuhkan oleh Kristus, oleh tanda dan mijizat,
dan oleh karunia Roh Kudus. Bagaiman seseorang menolaknya?
Itulah
mengapa para pembaca pertama buku Ibrani berada dalam bahaya karena sikap
mereka yang menolak pekabaran itu. Bukan hanya menolak tapi juga
meninggalkannya. Bahaya lainnya adalah mereka tidak membuat keputusan untuk
meninggalkan Kristus. Meeka tiak menolak injil, tapi mereka dalam bahaya
mengikuti arus. Untuk tetap tinggal d idalam Krisrus menuntut
kesungguh-sungguhan, doa, belajar, dan berbakti. Ayat-ayat ini secara praktis
memberikan nasiaht apa yang harus kita lakukan untuk tetap tinggal dalam Dia.
Jesus
Lower Than Angels
(Yesus Lebih
Tinggi Dari Pada Malaikat)
Setelah
penekanan yang penting bahwa Yesus itu lebih tinggi dari para malaikat,
sekarang nampaknya lebih ironis krena penekanan berubah menjadi Yesus lebih
rendah dari malaikat. Namun ini sesungguhnya menyatakan betapa Agung
Juruselamat Yesus kita itu.
Bagian ini
dimulai dengan sebuah kutipan dari Mazmur 8. Dalam konteks aslinya, mazmur ini
berbicara tentang langit dan menanyakan apa pentingnya manusia di alam semesta
yang luas ini. Jawabannya adalah bahwa Allah membuat manusia sedikit lebih
rendah dari diriNya sendiri (dalam kitab versi Septuaginta menyatakan sedikit
lebih rendah dari para malaikat) dan menyerahkan segala sesuatu kepada manusia,
meninggikan status manusia.
Buku Ibrani
mempertanyakan kodrat ini dalam realita. Apakah segal sesuatu nampaknya di
bawah kodrat manusia (ayat 8)? Jawaban yang menyertai adalah Tidak (lihat akhir
ayat 8). Namun buku ibrani melanjutkan dengan menyatakan bahwa manusia yang
sesungguhnya itu adalaah Yesus, dan kita melihat Dia (ayat 9). Mazmur 8
sesungguhnya adalah Dia, sekali tidak semua merujuk kepadaNya. Inilah alasannya
mengapa, buku Ibrani menginterprestasikan frase Mazmur pasal 8 dalam
Septuaginta dengan arti Kristus dalam waktu yang singkat menjadi lebih rendah
dari pada para malaikat. Buku Ibrani juga melihat pernyataan ini memiliki
tujuan suci agar supaya Dia dapat mati untuk kita dan menjadi Juruselamat kita.
Mungkin
beberapa orang tergoda untuk mengagungkan malaikat lebih dari pada Kristus
karena mereka nampaknya sangat indah dan di permuliakan ketika yesus mati
sebagai penjahat yang di hukum dengan cara yang paling hina di abad
pertama.namun,penderitaan yesus memiliki tujuan.tujuannya adalah keselamatan
kita.
Ayat 10-13
mengatakan bahwa Allah menyempurkan Yesus melalui penderitaan.nampaknya
aneh.bukankah Yesus itu sempurna dari awalnya? Dalam hal apa dia di buat
menjadi sempurna?di sini buku Ibrani sedang berbicara tentang pekerjaanya
sebagai Juruselamat.bukan karena dia itu pendosa yang membutuhkan
kesempurnaa,melainkan dia harus menderita untuk menjadiJjuruselamat yang
sempurna melalui penderitaannya itu.
Dia sangat
mirip dengan kita dan dia tidak malu menyebut kita saudara-saudaranya (ayat
11).mungkin engkau pernah malu mengakui saudaramu,namun Yesus telah mengakui
engkau sebagai saudaranya dalam keadaanmu yang paling buruk,sebagai berdosa!
Ayat 12 dan 13 di kutip dari mazmur 22:22 dan yesaya 8:17,18.
Akhirnya
dalam ayat 14-18 kita dapat melihat keindahan dan kemegahan arti dari Yesus
adalahJjuruslamat kita.perhatikanlah setiap bagian berikut,yang mengikat kita
dengannya lebih erat dan menjadikannya penyelamatannya itu efektif bagi kita:
·
Ia menjadi manusia sama seperti kita (14)
·
Ia menghancurkan kuasa iblis dan kematian(14)
Iia membebaskan kita dari perhambaan dan rasa takut dari kematin (15)
·
Dia, bukan malaikat, menolong kita (16)
·
Dia menjadi seperti kita dalam segala hal (17)
·
Dia adalah Imam Besar kita yang penuh kasih dan setia (17)
·
Dia menjadi korban penebus untuk dosa-dosa kita (17)
·
Oleh karena Dia dicobai, Dia dapat menolong kita saat kita dicobai (18)
Perhatikanlah betapa indah dan dalamnya empati
pengorbanan
Kristus untuk kita. Semua orang mengenal penderitaan dan
kematian. Duka cita yang tak terpikulkan saat mengalaminya. Tapi kita memiliki
sang Juruselamat. Dia adalah Imam Besar yang setia. Dia dapat menolong kita
oleh karena apapun penderitaan yang akan kita alami, Dia telah merasakannya.
Seorang
ibu muda yang kehilangan suaminya telah berusaha dihibur oleh banyak orang,
namun tak satu pun dari kata-kata mereka mengobati luka hatinya. Hingga datang
seorang ibu muda yang sebelumnya baru saja kehilangan suaminya. Ia datang dan
merangkul ibu mudah ini tanpa berkata apa-apa. Mereka menangis bersama.
Akhirnya mereka dapat tersenyum bersama.
Penderitaan
yang Kristus alami memampukan Dia menghibur kita. Kemenagan yang dia peroleh
memampukan Dia memberikan kita pengharapan untuk masa depan kita. Itulah
sebabnya nama Yesus lebih baik dari pada nama malaikat mana pun.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar